Hingga Hawa Nafsunya Mengikuti Apa yang Aku Bawa

tab satu
tab dua

عَنْ أَبِيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بِنِ عمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : “لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَواهُ تَبَعَاً لِمَا جِئْتُ بِهِ” حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الحُجَّةِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.


“Dari Abu Muhammad Abdullah  bin Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mau mengikuti apa yang aku bawa.” (Hadits hasan shahih, kami telah meriwayatkannya dari kitab Al Hujjah dengan sanad shahih).[1]

[1] Diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (1/212) , Ibnu Abi ‘Ashim dalam as Sunnah (1/12), Al Baihaqi dalam al Madkhal Ilas Sunnan al Kubra (1/88) dan dia berkata: ”Nu’aim bin Hammad bersendirian dalam meriwayatkan hadits ini”, Al Khatib dalam Tarikh al Baghdad (4/368). Lihat kritikan tentang lemahnya hadits ini dalam Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam (hal 387–388).